Kopi biji kurma Kobiku terbukti dapat
menjadi solusi penderita diabetes, hal ini dikarenakan kandungan biji kurma
kaya akan mineral Magnesium. Menurut Amy Campbell, MS, RD, LDN, CDE, seorang ahli gizi menyatakan bahwa
semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan peran magnesium dalam membantu
mencegah diabetes. Faktanya, orang yang mengkonsumsi makanan kaya mineral
magnesium memiliki resiko lebih rendah terkena diabetes melitus. Mineral
maagnesium dapat membantu mengontrol glukosa darah dengan turut mengatur
sekresi insulin dari pankreas.
Berdasarkan kajian ilmiah yang mengatakan bahwa makanan atau suplemen
magnesium akan membantu menurunkan gula darah, dengan bukti ilmiah bahwa orang
yang mengalami diabetes melitus tidak terkontrol, cenderung memiliki tingkat
magnesium yang rendah dalam darah mereka. Oleh karena itu, kebutuhan magnesium
dibutuhkan untuk menjaga kestabilan kondisi gula darah.
Sedangkan
bagi anda yang ingin menikmati rasa manis tapi berusaha menghindari risiko
akibat asupan glukosa berlebih, kamu bisa mengganti gula (dari tebu) dengan
pemanis lain yang punya indeks glikemik lebih rendah. Indeks glikemik adalah skala
ukur seberapa cepat karbohidrat yang dikonsumsi meningkatkan glukosa darah.
Rentang skalanya adalah 1-100. Jadi, makanan yang
indeksnya masih di bawah 55 dianggap tak terlalu mempengaruhi gula darah dan
produksi insulin dalam tubuh. Nah, berikut ini ada 7 pemanis mengganti gula
yang bisa kamu gunakan.
1.
Madu
Madu dihasilkan dari sari bunga yang dikumpulkan
lebah, ekstrak tersebut diubah dalam bentuk sirup sebagai bahan pangan koloni
lebah. Rasanya yang manis membuat madu sering dijadikan pengganti gula.
Sebenarnya, jumlah kalori dalam madu lebih besar dari
gula pasir. Bedanya, madu tak meningkatkan gula darah dalam waktu cepat.
Kelebihan lainnya adalah kandungan vitamin B dan C yang baik untuk imunitas,
serta potassium untuk meredakan sakit tenggorokan.
2.
Gula
Aren
Kandungan karbohidrat dan kalori gula aren sama seperti gula pasir, dalam setiap sendok tehnya gula aren dan gula putih mengandung 16 kalori. Tapi tingkat sukrosanya 70-79 persen lebih rendah dibanding gula putih yakni 99-100 persen.
3.
Sirup
Jagung
Sirup jagung tinggi fruktosa ini banyak digunakan sebagai
pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan. Di dalamnya banyak
sekali kandungan glukosa. Beberapa glukosa mungkin akan diubah dengan
bantuan enzim menjadi bentuk fruktosa.
Meski bisa menjadi pengganti gula, penggunaan sirup
jagung berlebihan juga tak disarankan. Penelitian menunjukkan bahwa
konsumsi sirup jagung tinggi fruktosa berhubungan
dengan obesitas dan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit
jantung dan diabetes.
4.
Sirup
Maple
Sirup ini merupakan ekstrak getah pohon
maple. Satu sendok makan sirup maple murni mengandung 52 kalori dan
13,5 gram karbohidrat. Sekitar 12,4 gram kandungan karbohidrat itu merupakan
sukrosa.
Jumlah sukrosa ini bahkan lebih sedikit dibanding madu.
Selain itu, sirup maple juga mengandung zinc, magnesium, dan zat besi yang
baik untuk ketahanan tubuh.
5.
Agave
Nektar
Agave nektar punya banyak kelebihan dibanding gula. Di
antaranya indeks glikemik rendah dan bisa mengurangi sensitivitas insulin
(tidak meningkatkan gula darah secara cepat). Pasalnya, agave nektar punya
kandungan fruktosa lebih banyak daripada gula.
Proses pembuatan agave nektar memerlukan waktu
lebih lama. Sirup ini dihasilkan dari tanaman yang sama dengan tequila, lalu harus
melalui serangkaian proses agar karbohidrat bisa dipecah jadi gula. Jumlah
kalorinya hampir sama dengan madu, bedanya agave nektar tidak mengandung
antioksidan.











0 komentar:
Posting Komentar